3. Sebaiknya Diam dan Tidak Membalas Caci-Makinya

Anda boleh saja membalas, akan tetapi terkadang membalas bisa melampui dari balasannya. Jika kita membalas juga, maka apa bedanya kita dan dia? Sama-sama mencela dan sama-sama mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. So, jangan sampai Anda membalas cacian dengan cacian pula, sebab buntutnya akan jadi panjang.

bersabarlah untuk diam menghadapi cemoohan
Dalam setiap kesempatan, diam itu selalu membuat orang waspada dan membuatmu tidak bisa diduga. [image source]

4. Jika Kita Menjawab dan Meladeni, Maka Ia Akan Semakin Senang

Itu adalah fakta para pembenci atau lebih populer dengan istilah haters. Atau kata kerennya : Pasukan Sakit Hati. Jika kita terpancing untuk meladeninya, dia akan semakin keranjingan mencela dan mencaci. Oleh sebab itu, jangan ladeni dan jangan terpancing untuk berkomentar. Jika tidak kita pedulikan, maka ia akan sakit hati sendiri. Kadang, kata-kata berikut ini ada benarnya juga :

Diam adalah senjata ampuh untuk melumpuhkan para haters.

Sekali lagi, jika kita menanggapi, caci-makinya menjadi berharga dan bernilai. Maka hapus saja komentar-komentar yang tidak baik tersebut.

Pembaca budiman selalu Like & Share...