facebook youtube dan media social yang membuat orang ketagihan
Facebook, G+, Tumblr, Twitter adalah social media yang sering membuat orang ketagihan dan melupakan dunia nyata. [image source]
Dunia tidak sepenuhnya diisi oleh orang-orang baik, apalagi didunia maya atau dunia internet. Terlalu mudah orang menyamar jadi orang lain, dan terlalu mudah memalsukan identitas di internet. Facebook, G+, Twitter, Instagram, dll adalah media online yang bisa kita gunakan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Ada yang baik, ada juga yang kurang baik. Ada yang akun asli, ada yang akun palsu.

Jika kita mendapati ada cacian atau komentar yang memancing untuk emosi, jangan buru-buru meladeninya. 6 tips berikut, bisa Anda lakukan agar kita bisa menang telak dari para pencaci tersebut. Meskipun tips ini ditujukan untuk dunia online, Anda juga bisa mempraktikkannya di dunia nyata. Hasilnya? Sangat efektif, tidak menguras energi, dan tidak menguras perasaan.

komentar di facebook kadang tidak sesuai dengan nalar
Contoh komentar yang bikin hati kesal.

1. Jangan Terpengaruh Caciannya, Tetap Tenang dan Tidak Perlu Dihiraukan

Hanya orang yang bodoh saja yang mengeluarkan kata-kata kasar. Karena terkadang kata-kata kasar itu sebenarnya untuk menutupi kebodohannya dan untuk menutupi bahwa ia kalah dalam berdiskusi. Ya benar juga, “Anjing menggonggong kafilah berlalu“.

Seorang cendekiawan yang hidup di Abad 13 berkata, “Jika ada orang yang bodoh lagi pembebek, maka janganlah Anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya …. . Karena sesungguhnya dia seperti gonggongan anjing.

Jika cacian itu ada di komentar Facebook, hapus komentarnya. Komentar-komentar jelek akan hanya merusak pemandangan saja, apalagi jika dia adalah orang yang tidak kita kenal.

jika sudah berkomentar yang tidak baik, abaikan dan tinggalkan saja
Yah, kalau sudah dirasa tidak nyaman, tinggalkan saja. [image source]

2. Tidak Perlu Melayani Caci-Maki dan Debatnya, Segera Tinggalkan Saja

Jika ada yang berkomentar dengan komentar yang pedas, kata-kata yang kasar dan caci-maki sudah menunjukkan bahwa niatnya tidak baik, bukan mencari kebenaran dengan berdiskusi. Hanya mencari “masalah” saja. Kita juga diperintahkan agar menjauhi dan berpaling dari orang yang bodoh. Kata pepatah,

Tak pantas seekor singa melayani cacian kucing, levelnya beda.

singa dan kucing memiliki level yang berbeda
Kamu tingal pilih, ingin meladeni kucing atau diam. [image source]
Pembaca budiman selalu Like & Share...