kisah hikmah islami alexander bertelinga gajah
[image source]
Alexander Agung memiliki sebuah rahasia keburukan yang tidak bisa dipercayakan kepada siapa pun –tak seorang pun, kecuali seorang lelaki tua yang menjadi tukang cukurnya dan menjadi orang kepercayaannya. Rahasia itu adalah Alexander memiliki telinga yang mirip dengan telinga gajah!

Sedemikian besar telinga sang raja, sehingga dia harus menyembunyikannya karena takut dicemooh. Oleh karena itu, dia selalu menutupi telinganya dengan topi. Tak seorang pun kecuali tukang cukurnya, yang tahu bahwa dia menyimpan “rahasia” di balik topinya.

* * *

Suatu ketika, tukang cukur yang sudah tua itu jatuh sakit dan tidak dapat menjalankan tugasnya. Dengan enggan, Alexander harus mencari tukang cukur yang lain. Tukang cukur yang sudah tua menyarankan Wahid, seorang pelayan istana raja. Wahid terkenal sebagai orang yang jujur dan bertanggung jawab.

Sesungguhnya, tukang cukur yang sudah tua itu tidak dapat memikirkan orang lain selain Wahid yang dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia tersebut. Mulanya sang raja tidak mau mempekerjakan tukang cukur yang lain, namun setelah tukang cukur tua meninggal, mau tidak mau Alexander harus menuruti nasihat tukang cukur terdahulu dan mempekerjakan wahid. Apalagi, saat itu rambut sang raja sudah sangat lebat.

* * *

Pada saat Wahid memotong rambut Alexander, saking terkejutnya melihat telinga raja yang sangat besar, Wahid menjatuhkan guntingnya. Alexander yang tahu keterkejutan pemuda itu menegurnya,

Jika engkau ceritakan apa yang baru kau lihat, aku akan menarik putus lidahmu lalu memenggal kepalamu.

Wahid bergidik juga mendengar ancaman itu dan berjanji untuk menyimpan rahasia tersebut, tapi dia sangat ketakutan sehingga sepanjang sore itu dan berhari-hari setelahnya dia hanya memikirkan kepalanya yang sudah dipenggal menggelinding di atas tanah.

Saking takutnya terhadap ancaman raja, Wahid jarang berbincang-bincang dengan orang lain karena takit terselip lidah. Meski begitu, Wahid merasa terbebani. Dia perlu berbagi rahasia itu dengan orang lain karena menyimpan rahasia seorang diri sangatlah sulit.

Wahid tahu betul bahwa satu-satunya cara agar dia dapat kembali bernapas dengan lega adalah dengan menceritakan rahasia mengenai telinga besarnya Alexander kepada seseorang, dan dengan begitu terhempaslah beban itu dari dadanya.

Tetapi, siapa yang dapat dipercaya? Sekali rahasia itu diungkap, tinggal menunggu waktu sebelum setiap orang di seluruh kota mengetahuinya, kemudian pemenggalan kepala Wahid akan segera mengikutinya. Di tengah kebingungannya itu, akhirnya Wahid menemukan gagasan.

Sesuai dengan rencananya, suatu hari Wahid menyelinap keluar istana, dan pergi menuju padang gembala yang letaknya tidak jauh dari kota. Di sana ia menemukan sumur tempat para gembala kerap beristirahat dan memberi minum ternaknya. Setelah memperhatikan bahwa tidak ada orang di sekitar tempat itu, Wahid mendekati sumur tersebut, memasukkan kepalanya ke dalam sumur, lalu berteriak :

“ALEXANDER AGUNG BERTELINGA GAJAAH!”

Seketika ketenangan dan kedamaian menghampiri diri Wahid. Dia merasa bebas dan lepas, perasaan yang sudah lama tidak dialaminya –tepatnya sejak hari pertamanya menjadi tukang cukur istana. Dengan perasaan riang dan puas, Wahid kembali ke istana dan tidak lagi tertekan.

* * *

Bulan demi bulan berlalu, Wahid tampak menikmati pekerjaannya, sementara Alexander merasa puas dengan hasil kerjanya. Sayangnya, rahasia sang raja tidak seaman perkiraan Wahid.

 

bersambung ke halaman berikutnya…

Pembaca budiman selalu Like & Share...