Belajar berjualan tanpa modal
Tanpa modal pun, kita juga bisa berbisnis dan menghasilkan uang. [image source]
Dan malam ini, seakan mengulang percakapan kami 3 tahun yang lalu, saya menjelaskan pada istri saya kalimat yang sama. (bagi yang belum tahu kalimatnya apa, mangga dibaca dulu pada halaman sebelumnya).

Saya membawa istri saya pada ingatan saat kami sama-sama mengikuti pelatihan untuk belajar jualan.

* * *

Malam itu, kami sama-sama belajar bagaimana caranya menjadi master dalam ilmu penjualan. Kami diajari macam-macam teknik dengan cara-cara yang sangat menyenangkan; bagaimana caranya menjual satu botol air mineral, tanpa ngemis-ngemis, tanpa maksa, dan pembeli rela mengeluarkan SELURUH isi dompetnya! Bagaimana cara menjual satu lembar daun seharga satu juta rupiah, dan bagaimana supaya target penjualan selalu tercapai.

Malam itu kami praktek sampai jago, dan pada puncak acaranya, kami ditelanjangi untuk pertama kalinya.

Yup, pada akhir pelatihan tersebut, guru kami, Kak Hendrik Ronald, meminta kami untuk melepas semua perhiasan, jam tangan, dompet, handphone, SEMUA kecuali pakaian yang melekat di badan, dan lalu meminta kami turun ke jalan dan jualan ke orang-orang yang tidak kami kenal sebelumnya, dengan cara apapun, dan berusaha mencapai sales target yang cukup tinggi, tanpa membawa modal apapun, selain diri sendiri.

Jualan apa? Jualan apa saja!!!

Kami keluar dari ruangan training, tanpa berbekal produk, tidak pegang uang sepeserpun, dan diminta mencapai sales target dengan menjual Produk yang tidak kami pegang!

Gimana caranya???

* * *

Kami diminta memutar otak, pokoknya CIPTAKAN TRANSAKSI!!! Beberapa teman kami ada yang menjual jasa cuci piring di warung-warung tenda, ada juga yang memulung botol air mineral di tempat-tempat sampah lalu praktek jualan botol air mineral, pokoknya kami putar otak untuk ciptakan transaksi.

Kelompok saya saat itu memutuskan untuk mendatangi orang yang sedang merokok, dan bilang pada mereka, “Kalau saya bisa matikan rokok itu pakai lidah, berapa anda mau bayar saya?”

Itu pertama kalinya saya dapat uang 150 ribu hanya dalam waktu tiga detik TANPA MODAL!!! Modalnya cuma showmanship dan ROKOK ORANG LAIN!!!

Dan ternyata, rasanya sangat menyenangkan !!!

Malam itu kami diajarkan,

Bahwa pada dasarnya, “tanpa modal” pun, manusia telah dibekali oleh Tuhan begitu banyak hal, begitu banyak pengalaman yang penuh dengan pembelajaran-pembelajaran, yang bisa menjadikan dirinya tidak akan pernah kekurangan rezeki.

Malam itu adalah malam yang mengubah hidup kami. Itu adalah pengalaman pertama kali kami ditelanjangi.

* * *

Beberapa bulan setelah pelatihan tersebut, saya kembali ditelanjangi. Kali ini oleh paman saya sendiri. Pamanda Evi Silviadi. Persis 2 minggu setelah kelahiran Ei, tanpa berbekal apa-apa, saya diminta untuk pulang ke Subang dan mengabdi di Karaton, lalu diminta untuk mengerjakan berbagai macam tugas.

Pada saat itu saya diminta untuk meninggalkan satu-satunya bisnis yang tengah saya rintis, kerjasama dengan calon-calon partner yang lumayan, bahkan progres beberapa project yang nilainya sama sekali tidak sedikit. Saya diminta meninggalkan itu semua, dan mengabdi di karaton, tanpa dibayar sepeserpun!

Saya juga diminta untuk LDR-an dengan Ei yang usianya baru beberapa minggu, dan juga dengan Ami yang selama ini selalu mensupport saya sebagai seorang istri.

Rasanya saya benar-benar dilucuti. Saya bahkan tidak dibekali kendaraan. Berkali-kali saya harus berjalan atau menunggu jemputan sekedar agar bisa mengerjakan apa yang harus saya kerjakan, dan dibuat sangat sibuk sehingga saya tidak bisa kembali ke bisnis kami yang lama.

Apakah saya jatuh bangkrut? Ajaibnya, tidak, tidak sama sekali.

 

Bersambung ke halaman berikutnya…

Pembaca budiman selalu Like & Share...