Puisi Hujan, Ia Selalu Datang Tepat Waktu

By Bezie Galih Manggala

 

Hujan baru saja berhenti di luar;
menyisakan senja dan langit yang tampak melebar,
meluas, membekas pada dahan-dahan pohon,
helai-helai daun, dan lembar-lembar kalender.
Hujan adalah makhluk purba yang tak pernah lupa membawa berita dari masa lampau, katanya;
hujan tak pernah lupa debaran semangat atau kobar niat, menggugat setiap geliat.

Bagiku, hujan bahkan lebih dari itu;
hujan adalah ingatan tentang kehidupan yang dicipta dengan penuh kesabaran;
hujan adalah se per sembilan puluh sembilan nikmat.
Hujan adalah nafas yang menghubungkan kita dengan langit.
Dan hujan pula, yang mengalirkan darah dalam nadi, ibu anak-anak bumi.

Hujanlah yang mengutus arus pada sungai,
menjadi pengiring serunai,
mengirim bebuah seuntai,
menumbuhkan bebunga setangkai.
Hujan pulalah arimbi dari kata-kata manis yang mampu menggubah hatimu,
menyembuhkan leluka jiwamu.

Hujan yang bernyanyi menghibur mereka yang menyepi di sebalik mihrab.
Hujan bercerita tentang sebab, bau tanah lembab;
dan pipimu yang sembab.

Percayalah, hujan selalu datang tepat waktu, tak perlu kau tunggu.

 

– “Puisi Hujan.” Keujanandaripagi. Juni, 2012.

Pembaca budiman selalu Like & Share...