petaka dibalik ungkapan bukan urusan saya
[image source]
Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Seekor tikus memperhatikan, makanan apalagi yang dibawa mereka dari pasar?? Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menemui sahabat-sahabatnya.

* * *

Pertama dia menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak “Ada perangkap tikus..!“.
Sang ayam berkata, “Tuan tikus, maaf ya, itu bukan urusanku. Perangkap tikus tidak berpengaruh padaku.
Sang tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak dengan teriakan yang sama.
Sang kambing pun berkata “Aku turut bersimpati, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama, “Maafkan aku, tapi perangkap tikus sama sekali tidak berbahaya buatku.

Tikus pun berlari ke hutan dan bertemu ular, ia mengadukan tentang adanya perangkap tikus di rumah petani.
Dengan tenang sang ular berkata, “Perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakaiku, jadi itu bukan urusanku.
Akhirnya sang tikus kembali ke rumah dengan pasrah, sebab ia mengetahui kalau akan menghadapi bahaya tersebut sendirian.

* * *

Suatu malam, pemilik rumah terbangun karena mendengar suara keras yang berasal dari perangkap tikus yang ia pasang. Artinya, suara itu menandakan bahwa perangkap tikus telah memakan korban. Petani berteriak girang, “Yes!! Kena satu!

Betapa kagetnya sang petani setelah melihat bahwa yang terperangkap bukanlah tikus, tapi ular yang sangat berbisa.

Bagian ekor ular tersebut terjepit dan membuat ular semakin ganas, sehingga menyerang istri pemilik rumah. Meskipun sang suami sempat membunuh ular tersebut, sang istri tetap harus dibawa ke rumah sakit.

Karena racun yang masuk ke dalam tubuhnya, maka demam sang istri tak kunjung turun. Sang istri minta dibuatkan sop ceker ayam. Dengan segera sang suami menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Ketika salah satu sahabatnya berkunjung, sahabat tersebut menyarankan untuk makan hati kambing jika ingin segera sembuh. Tanpa berpikir panjang, sang suami dengan sigap lansung menjagal kambing yang ada di kandang kemudian memasak hatinya.

Demam sang istri tak kunjung sembuh. Hingga pada suatu hari sang istri meninggal dunia. Karena banyak sanak saudara dan tetangga yang membantu proses pemakaman serta satu persatu keluarga dari jauh datang, maka sang petani memutuskan untuk menyembelih sapinya.

Dari kejauhan, sang tikus menatap dengan penuh kesedihan. Setelah kejadian tersebut, sang tikus sudah tidak pernah lagi melihat perangkap tikus di rumah tersebut.

☀☀☀

Suatu hari, ketika Anda mendengar keluhan dari seseorang yang sedang dalam kesulitan dan mengira itu bukanlah urusan Anda, lebih baik pikirkanlah. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Berpikirlah positif, bisa jadi keluhan orang tersebut merupakan peringatan dari Tuhan untuk Anda.

Pembaca budiman selalu Like & Share...