seorang kakek yang sendirian
Jangankan seorang kakek, anak muda pun jika dibebani pikirannya, maka tubuhnya pun akan mudah sakit. [image source]

4. Pembunuhan Seorang Kakek

Namanya kakek Ronde, ia adalah kakek yang ramah dan murah senyum. Hidupnya tenang tanpa masalah apapun meski anak-anaknya tinggal agak jauh dari tempat tinggalnya karena sudah berkeluarga. Pada suatu hari, seseorang bertanya pada kakek Ronde, “Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan?
Si kakek menjawab, “Sebulan sekali.
Yang bertanya menimpali, “Wah, keterlaluan sekali anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering lagi.

Mulai saat itu, hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela berjauhan dengan anak-anaknya. Ia jadi sering menangis, sehingga memperburuk kesehatan dan kondisi tubuhnya. Beberapa bulan setelah kejadian itu, sang kakek meninggal karena beberapa penyakit yang diderita tak lama setelah bercengkerama dengan orang itu.

* * *

Nah, secara tidak langsung, pertanyaan orang tersebutlah yang menumbuhkan penyakit pada diri si kakek. Lalu apakah kematian kakek tersebut bisa disamakan dengan pembunuhan? Pasti ada yang tidak setuju dengan logika ini karena si penanya tidak bermaksud demikian. Tapi kenyataannya?

Terlepas dari benar atau salah, apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas?

Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain.
Mengecilkan dunia mereka.
Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki.
Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dst dst.
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini.

Bila ada bom yang meledak, cobalah introspeksi diri,
bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Pembaca budiman selalu Like & Share...