puisi nyanyian cinta si bulbul dan hudhud
[image source]
Bulbul jatuh cinta pada bunga mawar, dengan suara merdu ia menyanyikan sepotong lagu cinta:

Aku tahu rahasia cinta.
Sepanjang malam kucurahkan panggilan cinta.
Musik seruling mabuk Allah terinspirasi oleh ratapanku,
dan akulah yang membuat bunga mawar tergeletar,
dan menggerakkan hati para pecinta.

Kuajarkan misteri dengan tangga nada sedihku,
dan siapa pun yang mendengarku dipastikan akan terpesona.
Tidak ada yang tahu
bahwa rahasia-rahasiaku kutunjukkan hanya pada sang mawar.

Demi mawar, aku telah melupakan segala yang ada,
bahkan diriku sendiri.
Meraih simurgh — ah, itu jauh di luar jangkauanku.
Cinta sang mawar sudah cukup untuk si Bulbul!

* * *

Hudhud yang sedari tadi dengan sangat sabar mendengarkan, lalu membalas nyanyian Bulbul:

Engkau hanya dimabukkan dengan penampilan luar,
dengan kesenangan-kesenangan dalam bentuk yang menggiurkan.

Cinta bunga mawar telah menutup pintu hatimu.
Tak perduli betapa pun cantik bunga mawar,
bunga itu akan layu,
dan cinta terhadap sesuatu yang begitu fana,
hanya dapat menyebabkan
perubahan sekejap dalam Yang Sempurna.

Bila bunga mawar tersenyum padamu,
itu tak lain sekadar untuk memenuhimu dengan duka,
karena dia menertawakanmu di setiap musim semi.

Abaikan bunga mawar,
dan segala kemerahan warnanya yang menyilaukan.

Pembaca budiman selalu Like & Share...