Ketikan anak-anak sedang tidur, khususnya bayi, balita, dan batita, sering melakukan pergerakan-pererakan tanpa disadari mereka. Hal ini akan membahayakan apabila kondisi tempat tidur di sekelilingnya tidak menunjang pergerakan-pergerkan tersebut. Sebagai orang tua, apa yang harus Anda lakukan?

1. Tempatkan Ruang Tidur Anak di Lantai Bawah

Jika Anda memiliki rumah bertingkat, sebaiknya ruang tidur anak ada di lantai bawah hingga anak berusia sekitar 5 tahun. Hal ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan fatal yang mungkin terjadi saat anak-anak berjalan atau merangkak tanpa pengawasan. Sebab ketika anak berkeliaran tanpa pengawasan, maka kemungkinan terjatuh ke lantai bawah sangat besar.

Desain kamar bayi dan balita di lantai bawah
Selain di lantai bawah, pastikan ruangan bayi dan balita enak dan nyaman ditempati. Tatalah dekorasi dan pewarnaannya. [image source]

2. Jika Menggunakan Tempat Tidur Tingkat

Penggunaan tempat tidur bertingkat sangat menghemat ruang dan disukai anak-anak. Model tempat tidur ini cocok untuk keluarga dengan dua anak kecil. Namun, pastikan keamaan tempat tidur sebelum tempat tidur digunakan, khususnya tempat tidur yang bagian atas. Tempat tidur bertingkat harus dilengkapi dengan pagar di sisi-sisinya agar anak tidak mudah terjatuh saat sedang tidur. Terpat tidur bertingkat ini sebaiknya tidak digunakan untuk anak usia balita, batita, dan bayi.

Tempat tidur tingkat yang aman untuk anak
Jika menggunakan tempat tidur tingkat, pasang pembatas tepi dan di bawah diberi karpet untuk keselamatan. [image source]
Pembaca budiman selalu Like & Share...