Cerita ini sudah merebak ke mana-mana di media sosial dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang menginginkan kebaikan. Meskipun demikian, saya ingin berbagi dengan Anda agar kita semua lebih sadar untuk menolong orang lain, terutama para remaja yang notabene adalah bibit-bibit generasi kita di masa mendatang.

sedang mengantri di kasir
Ilustrasi [image source]
Hari itu saya belanja keperluan pribadi di salah satu swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru-buru menuju antrian di kasir. Di depan saya ada seorang anak muda berpenampilan rada sangar dan di depan anak muda itu ada seorang ibu-ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menunggu untuk membayar belanjaan mereka di kasir.

Total seluruhnya 145 ribu, Bu.” kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu. Ibu itu segera membuka dompetnya, uangnya recehan semua dan sedikit lusuh. Lalu dia menghitungnya satu-persatu dengan wajah tertunduk. Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar. Antrian di Borma pun semakin panjang, maklum tanggal muda.

Saya perhatikan wajah si ibu pucat pasi. Terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya sepertinya kurang. Ia tampak berfikir sejenak, seakan ingin mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya. Lalu tiba-tiba saja, anak muda di depan saya lalu membungkuk sambil memungut uang 50 ribuan yang ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu.

Kade ah Bu, hati-hati Bu kalau menghitung uang. Ini ada selembar uang ibu yang jatuh.” Si ibu kelihatan bengong seperti tak percaya. Dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu, tampak sekali ia menerima dengan tatapan mata penuh syukur sambil memandang pada si anak muda tersebut.

* * *

Setelah membayar di kasir, dengan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu dan pergi. Anak muda itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi. Saya kejar sambil tergesa-gesa menyusul dia. Setelah berhasil mengejarnya, saya langsung menanyainya.

Dek, saya tahu … tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50 rebuan, buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu. Saya lihat itu dengan jelas karena saya berada tepat di belakang kamu. Demi Allah saya bertanya, bagaimana kamu bisa mendapat ide seperti itu?

Si anak muda itu dengan santun menjawab, “Allah lah yang mengilhamkan itu pada saya pak. Awalnya saya tidak ingin si ibu itu malu dihadapan kita dan anak-anaknya. Entah kenapa tiba-tiba hati saya tergerak untuk melakukan hal tadi seperti yang Bapak lihat.” Subhanallah… Ternyata, bila hati menginginkan kebaikan. Allah akan membantu hamba-Nya melakukan kebaikan itu.

Sungguh, kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya.

 
Ayo SHARE dan LIKE kisah ini, supaya lebih banyak yang berbuat kebaikan.
Original shared Triya Nani

Pembaca budiman selalu Like & Share...