bapak teknologi dan rekayasa engineerin di dunia adalah al jazari
Al Jazari adalah Bapak Teknologi dan Rekayasa [image source]
Menggunakan karya Al Haytham tentang jam air sebagai acuan utama, pada 1206 Al Jazari membangun sebuah jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot di masa sekarang.

Mahakarya tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, hingga pada acara World of Islam Festival 1976, banyak orang berdecak kagum. Jam itu bukan hanya menunjuk waktu, melainkan mengharmonikan berbagai simbol peradaban dunia. Ada Gajah mewakili budaya India dan Afrika, naga mewakili budaya Cina, phoenix mewakili budaya Mesir Purba, kerja air mewakili budaya Yunani, dan Mahout bersurban mewakili kebudayaan Islam.

Pada 1206 pula dia merampungkan sebuah buku yang mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya bertajuk “Al-Jami’ Bain al-‘Ilm Wal ‘Amal al-Nafi’ Fi Shina‘at al-Hiyal”.

Donald Routledge dalam ‘Studies in Medieval Islamic Technology’ mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi, dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang pernah disusun oleh Al Jazari.

Yang saya kunjungi di Praha, Republik Ceko ini bukan karya Al Haitham maupun Al Jazari. Sebagai jam astronomis tertua di dunia yang masih bekerja, ia dikonstruksi pada 1410 oleh Mikulas dari Kadan, seorang biarawan, dan Jan Sindel, Guru Besar Matematika di Universitas Charles.

jam astronomi tertua di dunia digerakkan dengan tenaga air
Jam astronomi yang digerakkan dengan tenaga air buatan Al Jazari [image source]
Dengan kalender astronomis yang melengkapi bagian bawahnya; 12 zodiak yang menunjuk bulan-bulannya, 12 murid Yesus yang ditatahkan menjadi angka jam-jamnya; ada beberapa figur menarik dari patung-patung yang dipahatkan padanya.

Figur itu adalah patung keempat penanda godaan dunia yang memegang alat musik petik; amat mirip dengan Ziryab, seniman besar, musikus, pengasas gaya hidup, perancang pertama busana 4 musim, & penyusun hidangan table manner pepak yang hidup di zaman kejayaan Cordoba, Andalusia.

Ia mengapit jam bersama simbol kesombongan (seperti Narcissus yang mengagumi wajah sendiri dalam cermin), keserakahan (tergambar mirip sosok rentenir Yahudi), & tengkorak penanda kematian.

Figur lain adalah dua sosok bersurban yang mengapit kalender bersama sosok malaikat & seorang ilmuwan Eropa; saya terus bertanya: benarkah keduanya adalah pengakuan akan 2 mahaguru pembuat jam dunia Islam yang masyhur itu; Al Haitham, ahli optik penulis kitab Al Manazhir dan Al Jazari?

Shalih(in+at) para penekun ilmu pengetahuan dan teknologi; selamat berkarya, “Bacalah dengan nama Rabbmu yang telah mencipta” (QS Al ‘Alaq: 1), agar kesimpulannya selalu terjaga sebagai, “Duhai Rabb kami, tidaklah Kau ciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” (QS Ali ‘Imran: 191).

Salim a Fillah dan jam air al jazari
Salim A Fillah dan Jam Air Al Jazari

MasyaAllah… Alhamdulillah Allah pernah mengizinkan kami melihat jam buatan Al Jazari ini serta keterangan mekanistisnya di Islamic Science Rediscovered di Science Center Spore, membuat terkagum-kagum dengan kemajuan dan kedalaman pemikiran beliau sehingga disebut sebagai founding father of technology. Hal yang menyentuh ke dasar hati adalah para inventors pembangun peradaban tersebut umumnya ulama.

Pembaca budiman selalu Like & Share...