3. Ingin Mengubah Sifat Pasangan

Pernikahan yang dilakukan karena punya keyakinan semu bahwa setelah menikah pasangan Anda akan berubah atau meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik. Contohnya, merasa kasihan, tidak tega, dan ingin “merawat” pasangan yang punya masalah kecanduan narkoba, broken home, kecanduan minuman keras. Atau, tidak berani meninggalkan pasangan yang agresif dan kasar.

menikah karena ingin mengubah perilaku pasangan
Kita tidak bisa mengubah sikap dan perilaku manusia seperti membalikkan telapak tangan. Akan butuh berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk melakukannya. Sanggupkah kamu? [image source]

4. Demi Menyenangkan Orang Tua

Misalnya patuh saja dengan desakan orang tua untuk menikah karena faktor usia. Memang orang tua adalah segalanya, tapi ingat beberapa fakta tentang pernikahan

Kamu akan hidup bersama pasanganmu dari ketika menikah hingga kamu mati.

Bayangkan jika kamu menikah umur 25 dan mati umur 65, maka kamu akan hidup bersama selama 40 tahun! Apa yang akan kamu lakukan selama itu?

Yang akan menjalani pernikahan itu kamu, bukan orang tuamu.

Jadi, yang orang tua ketahui sebatas hingga pernikahanmu saja. Setelah itu, kamu yang akan menjalani pernikahanmu selamanya hingga kamu tua renta. Lalu bagimana jika kamu hidup dengan pasangan yang tidak membuatmu bahagia?

Jika memang kurang cocok dengan pilihan orang tuamu, maka diskusilah dengan mereka.

Anak-anak sudah ditunangkan sejak kecil
Di beberapa daerah di Indonesia, ada kebiasaan (mungkin lebih tepatnya, adat) orang tua yang membuat anaknya bertunangan sejak masih bayi, bahkan ketika masih dalam kandungan. Aneh? Seperti itulah kenyataannya! [image source]
Pembaca budiman selalu Like & Share...