Tips mengatasi anak yang sering minta jajan sembarangan

Saya dan suami sangat berjodoh kalo urusan jajan. Kami sama-sama tidak suka jajan makanan kecuali terpaksa karena tidak memasak, tidak suka juga makan di restoran mewah demi gaya hidup. Sekedar cukup untuk menghilangkan lapar asalkan cukup higenis. Meski tetap sesekali membelikan snack untuk anak, tetapi kami tidak membiasakan mereka membeli makanan karena memuaskan perasaan ingin mencicipi tukang-tukang yang lewat. Begitu juga saat kami hidup di Amerika, kami terbiasa memasak, hanya makan diluar jika sangat tidak sempat memasak.

Sesampainya di tanah air, saya berniat mengenalkan beberapa masakan dan jajanan Indonesia. Mulailah saya sering memanggil para tukang sekedar untuk memperkenalkan masakan dan jajanan ala Indonesia. Begitu juga neneknya yang cenderung ingin menyenangkan para cucu dengan membelikan jajan. Lama-lama saya menghadapi masalah baru, anak-anak jadi sering minta jajan. Saya sering berada dalam masalah jika menolak keinginan mereka. Saya dan suami berfikir, kebiasaan ini harus dihentikan. Anak-anak harus terlibat dalam mengelola keuangan supaya mereka tidak mudah meminta jajan.

* * *

Anak-anak homeschooling memang tidak perlu uang saku seperti anak-anak sekolahan, semua kebutuhan terpenuhi di dalam rumah. Jikalau mereka menginginkan sesuatu yang lain, saya memang membiasakan mereka untuk memasak sendiri atau terlibat dalam memasaknya. Sejak kejadian sering minta jajan, kami membuat rapat keluarga yang intinya menyatakan ketidaksetujuan kami terhadap cara meminta mereka dalam hal jajan.

Sejak saat itu kami memberikan reward tertentu dalam bentuk uang tabungan serta memberikan berbagai peluang pekerjaan tambahan di dalam rumah untuk menambah uang tabungan. Kamudian kami meminta mereka membayar dari uang tabungan sendiri jika ingin jajan. Selain itu kemi memotivasi mereka untuk menggunakan uang tabungan dengan lebih bijak dengan memperlihatkan berbagai barang menarik dan bermanfaat yang bisa mereka beli jika mereka bersedia menghemat dan tidak sering membelanjakan uang tabungan dengan cara jajan.

Alhamdulillah sejak saat itu, anak-anak sering berfikir ulang saat menginginkan sesuatu. Sering sekali rasa “tergoda” membuat mereka meminta jajan, namun ketika saya mempersilahkan mereka jajan jika menggunakan uang mereka, mereka sering menahan diri dan membatalkan niat mereka untuk jajan. “Kalo pakai uang ummi aku mau, kalo pakai uang tabungan gak mau ah” kata salah satu anak.

Sejak saat itu, mereka tidak terbiasa lagi memberhentikan tukang jualan yang melewati rumah semudah dulu. Alhamdulillah anak-anak semakin bijak dalam mengeluarkan uang saat dilibatkan dalam mencari dan mengumpulkan uang.

 

Sang Penjelajah Hikmah
Praktisi Homeschooling

Kiki Barkiah

Pembaca budiman selalu Like & Share...