Kisah inspirasi para teknisi ahli yang minta dibayar mahal
[img source]
Jika Anda seorang teknisi, desainer, konsultan, programmer, atau engineer lainnya dengan skil tertentu, mungkin Anda sering menghadapi konsumen atau customer yang mengeluh ketika harus membayar mahal terhadap apa yang Anda kerjakan. Apalagi jika yang Anda lakukan terlihat sepele bagi mereka. Mungkin mereka akan mendebat, “Kan cuman begini doang, kenapa mahal sekali? Kalau cuman begini aku bisa kerjain sendiri.” Nah! Di situlah kadang Anda merasa sedih, hehe.

Berikut ini kami sajikan kisah tentang seorang ahli mesin yang minta bayaran mahal. Setelah membaca kisah ini, semoga Anda punya senjata untuk menepis alasan-alasan kenapa service yang Anda berikan harus dibayar mahal 😀 . Selamat meresapi kisah ini…

***

Di suatu daerah, ada seorang Direktur Perusahaan Penenunan Kain yang tengah frustasi, karena semua jaringan mesin tenun yang menggunakan mesin uap miliknya macet total dan tidak bisa berproduksi.

Ia minta seluruh karyawan ahlinya untuk memeriksa dan mencari sumber kerusakan tapi tidak kunjung ketemu. Ia juga sudah mengundang puluhan ahli mesin, namun hasilnya nihil. Terbayang langsung dipikirannya, berapa banyak kerugian yang akan dideritanya, jika mesin ini tidak bisa jalan dan berproduksi.

Selang berapa waktu kemudian, seseorang menyarankan dirinya untuk memanggil Ahli Mesin dari kota lain yang terkenal. Semula sempat ragu, karena katanya biaya mengundang ahli mesin itu mahal sekali. namun apa boleh buat, ia tidak punya pilihan lain.

Setelah Ahli Mesin itu datang ke perusahaannya, Ahli Mesin itu menginterview beberapa mekanik dan karyawan ahli di perusahaan itu dalam satu jam. Kemudian, beberapa menit berikutnya ia menyusuri pipa-pipa dan mesin pabrik itu. Sampai akhirnya ia menemukan suatu konektor baja kecil di pojokan yang di cat berwarna merah.

Ia lantas mengeluarkan palu kecil dari tas kerjanya. Di pukulnya 3 kali bagian konektor merah itu, “tok! tok! tok!

Dan viola! Jaringan mesin uap itu langsung hidup kembali!

Ahli mesin itu pulang seraya menyatakan bahwa tagihan akan dikirimkan kemudian. Saat tagihan datang sebulan kemudian, sang direktur itu kaget bukan main dan marah alang kepalang…., karena tagihannya mahal sekali 100 juta rupiah.  Pikirnya “Enak saja, ia hanya mengetuk dengan palu kecil sebanyak 3 x, kok biayanya mahal sekali“.

Dengan gusar ia mengembalikan tagihan itu dengan catatan: “Tolong diperinci, kenapa semahal ini?

Sehari kemudian tagihan itu dikirim ulang dengan rincian:

  • Biaya analisis untuk menemukan secara tepat sumber kerusakan: RP 99.970.000,-
  • Biaya mengetuk palu 3 kali di tempat yang tepat Rp  30.000,-
  • PPN 10%, biarlah kami yang tanggung.

***

Dari kisah di atas, jika Anda seorang customer yang mendapatkan service dari ahlinya, lalu diminta untuk membayar mahal, itu wajar. Bayangkan jika Anda tidak menemukan solusi dari masalah yang Anda hadapi, mungkin seumur hidup Anda akan menyesal. Tapi jika Anda seorang engineer dan mendapatkan customer yang rewel campur bawel, mungkin kisah di atas bisa menginspirasi Anda untuk menjawab keluhan mereka.

kisah suka duka para teknisi, programmer, dan enginer
[img source]
Temukan kisah inspiratif lainnya hanya di 1menit.com

Pembaca budiman selalu Like & Share...